Postingan

Jalan Kebenaran

Jangan merasa sepi saat kau berjalan didalam jalan kebenaran karena jalan itu tidak lebih menarik dibandingkan dengan jalan yang lain. Jalan itu sunyi hingga kau tak perlu menoleh ke belakang yang justru kau dapat tergiaur dengan keramaian orang yang berada di belakangmu hingga kau ingin kembali dan mundur. Jalanlah cepat karena kau akan disusul oleh mereka yang senantiasa memperbaiki diri hingga kau bisa terdahului menikmati indahnya tawaran surga. Nikmat surga tidak akan membuatmu bisa diam dan tenang di jalan kebenaran yang lambat kau jalani. Neraka juga tidak akan membuatmu tenang dan diam karena kau tahu jalan kebenaran akan menjauhkanmu darinya.  Jalan kebenaran indah terbentang di depan matamu wahai pejuang.... Tapi jalan kebenaran tak akan selamanya sunyi, ada ujian yang datang melanda, ada perangkap menunggu mangsa.....

TERHADAP ALLAH, JANGAN SELINGKUH HATI!!

Untuk ALLAH hari ini, esok dan selamanya..... Kajian Hadits: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Haritsi telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Yunus bin Yusuf dari Sulaiman bin Yasar dia berkata, Orang-orang berpencar di hadapan Abu Hurairah setelah itu Natil, seorang penduduk Syam bertanya, Wahai Syaikh ceritakanlah kepada kami hadits yang pernah kamu dengar dari Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam! dia menjawab, Ya saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisab dpada hari kiamat adalah orang yang mati syahid, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, lantas Dia bertanya: 'Apa yang telah kamu lakukan di dunia wahai hambaKu?', dia menjawab: 'saya berjuang dan berperang demi Engkau ya Allah sehingga saya mati syahid.' Allah berfirman: 'Dusta kamu, sebenarnya kamu berperang bukan ka...

Assalamu'alaikum Cinta,

Assalaamu'alaikum Cinta.... Sebening embun pagi kau hadir dalam setiap relung hati,  Mewarnainya dengan nada indah pelangi Menerpa sedikit- demi sedikit, menghadirkan rindu Iya... rindu... Binar-binar mata menjadi pertanda, Saat kau berada dalam setiap bait doa, untukmu cinta Saat purnama menyapa, serasa ingin mendekap setiap desiran angin di jendela Kini, masa sudah berlalu dan hati ini tetap sama Mengukir mimpi bersama bait-bait doa Yang tetap dengan pertanyaan yang sama Apa kabar Cinta? Ada harga dalam setiap jumpa yang harus dibayar dalam setiap rindu karena cinta bukan soal ia yang pergi namun soal ia yang datang dan menyapa. Kiranya bisa menebak apa yang diinginkan Tuhan atas cinta, tentu setiap manusia tidak akan menyiakan yang datang dengan rasa bukan sekedar singgah dan pergi begitu saja. Cinta adalah hembusan angin segar tatkala jiwa kering keronta. Namun bukan cinta yang memalingkan dari cinta pada Tuhan, namun cinta yang akan mendatangkan lebih...

Humanisme Pendidikan

Gambar
Pendahuluan Akhir-akhir ini dunia pendidikan Indonesia sedang menjadi sorotan tajam. Kasus penganiayaan berbuntut hilangnya nyawa seorang guru di salah satu sekolah negeri berbuntut pada hilangnya sebuah kesadaran akan nilai pendidikan. Kasus lain dapat dilihat saat munculnya berbagai kekerasan baik fisik, seksual oleh seorang guru. Kondisi yang demikian itu bukan semata karena persoalan moral dan etika, namun ada unsur kesadaran yang tidak terbangun dari sebuah nilai yang bersifat mutlak (wahyu/Alquran). Konsep Iqra' dalam memahaminya menjadi hilang bahkan tidak dapat memaknainya dengan baik. Berawal dari tidak memahami, memaknai sehingga menjadikan setiap jengkal kehidupan menjadi hambar tanpa nilai. Kontekstualisasi pendidikan yang mengalami disoriented dan lebih menekankan aspek materi dibandingkan spiritualitas (Kamal, 2018). Disorientasi ini sudah terjadi dan menjadi penyakit, dengan adanya sekolah unggul dan standardisasi nilai, menjadikan pola pendidikan yang tidak s...

Muhammadiyah (Selayang Nilai Yang Mencerminkan Keabadian)

Gambar
Memelihara Nafas Perjuangan Muhammadiyah Muhammadiyah berdiri pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 November 1912 M di Yogyakarta oleh Muhammad Darwis atau yang jauh lebih dikenal dengan K.H. Ahmad Dahlan. Faktor yang mempengaruhi pendiriannya lebih besar menyangkut masalah aqidah, pendidikan, ekonomi yang pada masanya Dahlan merasa banyak hal yang harus diperbaiki. Masyarakat dengan keyakinan Islamnya namun belum mampu menerapkan keIslaman yang sebenarnya karena masih tercampur dengan penyakit bid'ah, tahayul dan khurafat. Keyakinan yang semacam itu harus dimusnahkan dari tubuh umat Islam yang notabene masyarakat dengan ajaran yang jelas, sumber yang jelas yakni Alquran dan hadits sebagai acuan dalam berbuat dan beribadah. Kondisi tersebut tentu akan membuat umat Islam jauh lebih tertinggal dibandingkan dengan umat yang lain. Kemiskinan dan kemelaratan ekonomi juga menjadi faktornya dimana sebagian besar masyarakat Islam terserang miskin karena penjaja...

Dari IMM jadi Diriku Kini

Gambar
Foto ini diambil jaman old. Dari sebuah keinginan menambah wawasan dan pengetahuan dengan penuh ambisi "saat itu" membawaku ikut bergabung dalam kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) IMM Purworejo. Berawal dari sebuah gebrakan meja karena kami sebagai peserta dinilai terlalu sombong oleh kakak instruktur saat Darul Arqam Dasar (DAD) dulu. Entah apa yang menjadikan kalimat "buku apa yang terakhir kamu baca?" menjadi kalimat sakti mandraguna sehingga membuatku jatuh pada lubang peradaban Mahasiswa dan berkecimpung langsung di dalamnya menjadi penggeraknya. DAM adalah perkaderan lanjutan setelah DAD. Perwakilan dari Magelang waktu itu berempat yaitu saya (Nining Ernawati, Nita Arofatul K, Luqman Hakim dan Abdurrahman S. Bertemu dengan banyak peserta dari kota lain membuat penulis merasa bahwa dunia begitu luas, seluar imajinasi para penulis novel yang dibedah dalam acara pembukaan DAM yakni Seminar Nasional Sastra Budaya, menghadirkan Ahmad Tohari sebagai penulis Nove...

Memaknai Perjalanan Hidup Seorang Muslim

Semalam ane ngaji kajian malam sabtu, yang jadi pembicara ustad Azis Luqman, tema kajiannya yaitu tentang "Memaknai Perjalanan Hidup Seorang Muslim". Tapi ini versi improvisasinya ya sahabat, tapi insyaAllah tidak mengurangi esensi kajiannya. Jika beberapa waktu yang lalu ane datang di sebuah majelis tentang keluarga sakinah (walau belum berkeluarga sih, minimal persiapan, hehe) dijelaskan tentang bagaimana mengelola konflik sebagai seorang muslim dalam kehidupan rumah tangga (ada yang mau tahu isinya?, besok ane tuliskan di episode mendatang yes, hhihii). Back to kajiannya ustad Azis yes sahabat fillah. Antum pernah tidak berpikir hari ini apa ya rencana aktivitas yang akan dilakukan?, bagaimana dan seperti apa kita akan menjadi pribadi hari ini?, Tujuannya mau ngapain kita melakukan A, B sampai Z?, atau Mengapa kita masih mempertahankan hidup kita sampai sekarang?, kenapa tidak mati saja? (ups, serem amat). Kalau di dalam kitab suci kita Alquran Allah sudah memberikan titah...